MakassarSatu.com, Makassar | Menindak lanjuti hasil pengaduan sejumlah orangtua murid pada pertemuan beberapa waktu lalu di rumah jabatan Gubernur, Dari 8 kepala sekolah yang dilaporkan diduga melakukan pungli, satu diantaranya tertangkap tangan dalam sebuah sidak yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli bersama Inspektorat Sulsel, Rabu (07/08/2019).

SMAN 1 Makassar. Adalah salah satu sekolah yang disidak, Kepala Sekolah SMAN 1 Makassar, H. Syafruddin pun terjaring oleh Tim Saber Pungli. Petugas menemukan sejumlah dokumen penerimaan siswa pindahan kelas 11 dan 12. Dimana dokumen yang ditemukan dikalkulasi bernilai 200 juta, yang dititipkan dalam rekening bank milik sekolah.

Sehingga Tim meminta kepada Kepala Sekolah untuk mencairkan dana tersebut agar bisa dijadikan sebagai barang bukti hasil dugaan “Jual Beli Bangku”.

READ  Dilirik Dunia Internasional, Danny Pomanto Paparkan Sombere and Smart City di Thailand

Terkait hasil sidak itu, Ketua Forum Orang tua Murid, Herman Hafid Nassa mengapresiasi kerja Tim Saber Pungli bersama Inspektorat Sulsel yang bergerak cepat bertindak atas perintah lisan Gubernur Sulsel.

“Saya sangat apresiasi gerak cepat Tim Saber Pungli. Atas respon dan perintah lisan pak Gubernur, Nurdin Abdullah. Dan besar harapan saya, semua oknum kepala sekolah yang saya laporkan segera disidak.” Ujar Herman Hafid.

Ia juga mengharapkan mereka yang sudah terbukti bersalah untuk segera dicopot agar bisa menjadi efek jera dan menjadi contoh bagi kepala sekolah lainnya.

Menanggapi penangkapan yang kedua kalinya di sekolah tersebut dengan kasus yang sama, Herman Hafid mengatakan karena tidak adanya efek jera.

READ  Pandangan Pasca Pertemuan Megawati dan Prabowo Serta Anies Baswedan dan Surya Paloh

Pertama, Itu disebabkan karena rekrutmen kepala sekolah perlu dievaluasi. Terutama mengenai karakter calon kepsek.
Kedua hukuman yang diberikan tidak begitu berat. ketiga seharusnya segera dilakukan pencopotan jabatan jika sudah bisa dibuktikan.

Sebagaimana diketahui, untuk saat ini jumlah oknum Kepala Sekolah yang masuk dalam daftar laporan adalah, SMA 8 orang, SMK 5 orang, SMP 9 orang dan SD 5 orang. (**)